Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, resmi dieksekusi dan diambil alih oleh Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno. Di tengah kekacauan area luar akibat kerusuhan, bagian interior hotel bintang lima ini terpantau masih terjaga kemewahannya.
Hotel Sultan yang terletak di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, secara resmi telah dieksekusi pada hari Kamis pagi tanggal 18 Juni 2026. Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno atau PPKGBK berhasil masuk ke dalam area hotel dan melakukan pengambilalihan sekitar pukul 10.00 WIB.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, situasi di sekitar area pintu masuk hotel tampak dipenuhi dengan tumpukan batu, bambu, serta sampah yang merupakan sisa-sisa dari kerusuhan massa sebelumnya. Pengamanan ketat langsung diberlakukan oleh pihak kepolisian dan staf PPKGBK di lokasi kejadian.
Kendati situasi luar sempat diwarnai ketegangan, kondisi di bagian interior hotel bintang lima tersebut dilaporkan masih terjaga dengan baik. Kemewahan bangunan masih terlihat jelas menyambut siapa saja yang melangkah masuk ke dalam area lobi utama.
Sejumlah fasilitas penunjang dan ornamen khas hotel masih terpajang rapi di tempatnya semula, sementara beberapa tamu termasuk keluarga dan anak-anak tampak masih berada di dalam area hotel selama proses pengamanan berlangsung.
Penampakan Bagian Dalam dan Fasilitas Hotel
Memasuki bagian dalam bangunan, kemewahan arsitektur Hotel Sultan masih tampak mendominasi ruangan lobi utama. Lampu gantung megah serta vas bunga anggrek yang cantik tetap berdiri anggun untuk menyambut para tamu yang datang.
Pada sisi sebelah kanan lobi, area resepsionis masih dilengkapi dengan tiga cermin besar yang terpasang rapi di dinding. Sementara itu, pada sisi sebelah kiri terdapat sebuah spot gamelan lengkap yang selama ini menjadi ciri khas penyambutan dengan alunan musik Jawa.
Elemen interior pendukung lainnya seperti lantai marmer yang memadukan warna krem dan hitam tampak bersih mengkilap. Pilar-pilar beton yang dilapisi vinyl kayu berwarna cokelat turut menambah kesan elegan pada ruangan tersebut.
Selain ornamen mewah, aktivitas di dalam hotel juga melibatkan pemantauan terhadap sejumlah fasilitas seperti mesin kopi hotel. Di samping itu, aparat kepolisian dan staf PPKGBK terus berjaga untuk mengamankan aset penting milik PT Indobuildco tersebut.
Read Also
Mantan Petugas Polisi Mauldin Dipecat Setelah Diduga Lacak Mantan Kekasih 166 Kali
Ellie Anna Hammond, seorang mantan petugas kepolisian Mauldin, dipecat...
Topan Dolphin Amuk Shanghai dan Wilayah Pesisir China Picu Banjir
Topan Dolphin menerjang wilayah timur China, termasuk Shanghai dan Zhejiang,...
Alex Murdaugh Meminta Hakim Batalkan Dakwaan Pembunuhan dan Pindahkan Sidang Ulang
Tim pengacara Alex Murdaugh mengajukan mosi kepada hakim untuk membatalkan...
Pemerintah Dorong Formalisasi Pemulung Jadi Pekerja Pemilah Sampah Berstandar Nasional
Pemerintah berencana mengganti istilah pemulung menjadi pekerja pemilah...
Pengamanan Aset dan Kelanjutan Pengambilalihan
Proses eksekusi dan pengambilalihan aset negara ini melibatkan koordinasi yang intensif antara pihak pengelola kawasan dengan aparat penegak hukum. Aparat kepolisian bersama staf PPKGBK tampak siaga melanjutkan pengamanan di seluruh titik strategis hotel.
Kehadiran petugas keamanan di lokasi bertujuan untuk memastikan situasi tetap kondusif mengingat adanya sisa-sisa kerusuhan massa di gerbang masuk. Pihak berwenang juga mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan selama proses transisi pengelolaan aset berlangsung.
Beberapa tamu hotel, termasuk keluarga yang membawa anak-anak, dilaporkan masih berada di dalam bangunan saat pengambilalihan terjadi. Tim pengamanan memastikan keselamatan dan kenyamanan para tamu yang masih terjebak di dalam area hotel.
Dengan dilakukannya eksekusi ini, status pengelolaan Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno memasuki babak baru di bawah kendali negara melalui PPKGBK, sementara penataan dan pemulihan situasi terus dilakukan secara bertahap.