Penerbangan Porter Airlines dari Victoria ke Toronto terpaksa dibatalkan setelah seorang anak menolak untuk duduk dan memasang sabuk pengaman. Insiden ini menyebabkan pesawat harus kembali ke gerbang dan melebihi jam operasional landasan pacu.
“"[Anak itu] terus bersembunyi di bawah kursinya. Jika mereka dipaksa untuk diikat, mereka hanya meluncur keluar dari bawah," ujar Aryeh Kozuch, salah satu penumpang.”
— Porter Airlines
Sebuah penerbangan Porter Airlines dengan nomor penerbangan PD444 yang dijadwalkan terbang dari Victoria International Airport menuju Toronto Pearson International Airport terpaksa dibatalkan pada Kamis lalu. Keputusan tersebut diambil setelah seorang penumpang anak menolak untuk duduk dan mengencangkan sabuk pengaman saat pesawat sedang menuju landasan pacu.
Pihak maskapai menjelaskan bahwa kru kabin bersama orang tua anak tersebut telah melakukan berbagai upaya berulang kali agar anak tersebut mau duduk di kursinya, namun usaha tersebut tidak membuahkan hasil. Akibatnya, pilot memutuskan untuk memutar balik pesawat kembali ke gerbang demi alasan keselamatan.
Salah satu penumpang, Aryeh Kozuch, mengungkapkan suasana frustrasi di dalam pesawat saat kejadian berlangsung. Ia menjelaskan kepada CBC bahwa anak tersebut terus berupaya menghindari penggunaan sabuk pengaman dengan bersembunyi di bawah kursi, bahkan setelah dipaksa untuk duduk.
Kejadian ini memaksa seluruh penumpang turun dari pesawat yang memiliki kapasitas 132 kursi tersebut. Hal ini dilakukan agar keluarga yang terlibat dapat diturunkan dan bagasi mereka dapat segera dikeluarkan dari lambung pesawat.
Proses Pembatalan dan Dampak Operasional
Setelah pesawat kembali ke gerbang, pihak maskapai harus melakukan berbagai prosedur teknis termasuk pengisian ulang rencana penerbangan dan penyelesaian dokumen administrasi terkait insiden tersebut. Proses ini memakan waktu yang cukup lama.
Waktu yang tersita selama proses penurunan penumpang dan pengurusan administrasi menyebabkan pesawat tidak dapat lepas landas sesuai jadwal. Kondisi tersebut diperburuk oleh adanya penutupan landasan pacu bandara yang dijadwalkan pada pukul 00.30 waktu setempat.
Juru bicara Victoria International Airport mengonfirmasi bahwa pembatalan penerbangan memang disebabkan oleh penutupan lapangan terbang yang sudah dijadwalkan secara rutin. Pesawat kehilangan kesempatan untuk lepas landas sebelum landasan tersebut ditutup untuk operasional malam.
Porter Airlines secara resmi telah meminta maaf kepada seluruh penumpang yang terdampak atas kejadian yang tidak terduga ini. Pihak maskapai juga memastikan bahwa seluruh penumpang telah dipindahkan ke jadwal penerbangan pada hari berikutnya.
Read Also
Pria Asal Darlington Ditangkap Akibat Unggahan Media Sosial yang Mengandung Ancaman Kekerasan dan Ujaran Kebencian
Zayne Daniel Smith, seorang pria asal Darlington County, South Carolina,...
Pemprov DKI Jakarta Beri Tarif Khusus Rp 1 untuk Transportasi Publik Sambut HUT ke-81 RI
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghadirkan program spesial berupa tarif...
Kepala Kepolisian North Charleston Ron Camacho Dipaksa Mundur Dari Jabatannya
Kepala Kepolisian North Charleston, Ron Camacho, resmi mundur dari...
Tema dan Logo Resmi HUT Ke-81 RI Tahun 2026 Ditetapkan Pemerintah
Pemerintah resmi menetapkan tema dan logo HUT ke-81 Kemerdekaan Republik...
Tanggapan Penumpang dan Kebijakan Maskapai
Insiden tersebut menimbulkan reaksi beragam dari para penumpang di dalam pesawat. Hillary Hertzberg, salah satu penumpang lainnya, menyatakan bahwa proses penanganan di lapangan memakan waktu yang sangat lama dan menyarankan agar maskapai bertanggung jawab atas biaya yang timbul bagi penumpang.
Dalam pernyataan resminya, Porter Airlines menegaskan bahwa pesawat tidak dapat lepas landas dalam kondisi yang dianggap tidak aman. "Pesawat tidak dapat lepas landas dalam kondisi yang tidak aman ini, jadi kru memutuskan untuk kembali ke terminal dan menurunkan penumpang yang bersangkutan," jelas maskapai.
Hingga saat ini, pihak maskapai belum memberikan rincian mengenai usia anak tersebut atau jumlah total penumpang yang berada di dalam pesawat. Namun, fokus utama maskapai tetap pada kepatuhan terhadap prosedur keselamatan bagi seluruh penumpang.
Pihak maskapai berharap para penumpang dapat memahami situasi darurat tersebut. Insiden ini menjadi catatan penting mengenai protokol keselamatan penerbangan terkait perilaku penumpang selama berada di dalam pesawat sebelum lepas landas.