Loading ...

Trump Gunakan Pesawat Rahasia demi Keamanan dari Ancaman Iran

Pesawat kepresidenan Amerika Serikat di landasan pacu

Pesawat kepresidenan Amerika Serikat di landasan pacu

Share

Presiden Donald Trump dilaporkan melakukan operasi pengalihan rahasia dengan berpindah pesawat saat meninggalkan Turki bulan lalu. Langkah ini diambil menyusul adanya ancaman pembunuhan yang kredibel dari Iran.

“"Ada banyak musuh Amerika yang mengincar dirinya, dan kami menggunakan setiap alat yang kami miliki untuk mengatasi ancaman tersebut," ujar Direktur Komunikasi Gedung Putih, Steve Cheung.”

— Donald Trump

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan melakukan perjalanan rahasia menggunakan pesawat militer saat meninggalkan Turki bulan lalu. Operasi pengalihan ini dilakukan ketika publik dan media meyakini bahwa ia sedang terbang menggunakan pesawat kepresidenan Air Force One yang biasa.

Langkah luar biasa ini dilaporkan oleh Washington Post dipicu oleh adanya ancaman pembunuhan yang kredibel dari Iran terhadap Trump. Meskipun awalnya ia terlihat menaiki pesawat Air Force One yang lebih tua di Ankara, ia secara diam-diam dipindahkan ke pesawat lain untuk melanjutkan perjalanan.

Direktur Komunikasi Gedung Putih, Steve Cheung, memberikan tanggapan terkait protokol keamanan yang dijalankan. "Ada banyak musuh Amerika yang mengincar dirinya, dan kami menggunakan setiap alat yang kami miliki untuk mengatasi ancaman tersebut," ujar Cheung dalam pernyataannya.

Peristiwa ini menyoroti ketegangan yang meningkat antara Amerika Serikat dan Iran, terutama saat Trump melakukan kunjungan internasional untuk menghadiri KTT NATO di Turki yang berbatasan langsung dengan Iran.

Operasi Pengalihan dan Keamanan Pesawat

Selama kunjungan ke KTT NATO, Trump menggunakan pesawat baru hasil donasi Qatar yang baru saja diperbarui. Namun, untuk kepulangan dari Ankara, ia memutuskan menggunakan pesawat Air Force One model lama yang kemudian berfungsi sebagai umpan atau decoy.

Menurut laporan, Trump berpura-pura menaiki pesawat lama di depan kamera sebelum akhirnya dibawa secara rahasia menggunakan truk katering bandara menuju pesawat yang lebih kecil, yakni Air Force C-32A.

Para jurnalis yang ikut dalam rombongan diminta untuk menutup jendela kabin selama penerbangan berlangsung. Trump sendiri sempat berkelakar kepada wartawan bahwa mereka berada dalam penerbangan yang berbahaya, namun ia menegaskan keberadaannya bersama tim pers.

Taktik ini mirip dengan operasi yang pernah dilakukan oleh Presiden Bill Clinton pada tahun 2000 saat terbang ke Pakistan, di mana ia menggunakan jet eksekutif tanpa tanda khusus sementara pesawat resmi kepresidenan dikirim sebagai pengalih perhatian.

Respons Pemerintah dan Spesifikasi Pesawat

Operasi rahasia ini memunculkan pertanyaan mengenai keamanan pesawat jet baru sumbangan Qatar yang sempat dipertanyakan biaya dan prosedurnya. Pihak Gedung Putih bersikeras bahwa pesawat tersebut telah dilengkapi dengan protokol keamanan tingkat tinggi.

Sementara itu, pihak Pentagon belum memberikan komentar resmi terkait insiden tersebut. Pesawat baru dengan livery merah, putih, biru tua, dan emas itu merupakan Boeing 747 yang dirombak oleh kontraktor pertahanan L3Harris Technologies.

Pesawat tersebut awalnya direncanakan sebagai solusi sementara di tengah penundaan pengiriman armada generasi terbaru Air Force One oleh Boeing. Pemerintah menegaskan bahwa perlindungan presiden menjadi prioritas utama di atas segala prosedur formal.

Hingga saat ini, belum ada detail lebih lanjut mengenai bagaimana Trump kembali berpindah dari pesawat C-32A ke pesawat utama sebelum akhirnya mendarat di pangkalan RAF Mildenhall, Inggris, untuk menyapa personel militer di sana.

Leave a Comment