Rantai bar olahraga dan lempar kapak populer Dueling Axes resmi menutup seluruh lokasinya akibat keadaan di luar kendali mereka. Perusahaan menegaskan penutupan ini dilakukan tanpa pengajuan kebangkrutan.
“The closures resulted from circumstances outside our control and we are deeply saddened that our eight-year journey has ended this way," ujar perwakilan Dueling Axes.”
— Dueling Axes
Industri bar olahraga dan tempat hiburan malam kembali dikejutkan oleh penutupan bisnis berskala besar. Rantai bar olahraga lempar kapak populer, Dueling Axes, secara resmi telah menutup seluruh lokasinya terhitung sejak tanggal 31 Juli.
Berdasarkan laporan dari WCMH-TV di Columbus, Ohio, penutupan mendadak ini terjadi akibat keadaan di luar kendali perusahaan. Kendati demikian, pihak manajemen memastikan bahwa jaringan usaha tersebut tidak mengajukan kebangkrutan.
Dalam pernyataan resminya, pihak manajemen menyampaikan rasa duka mendalam atas berakhirnya perjalanan bisnis mereka. "The closures resulted from circumstances outside our control and we are deeply saddened that our eight-year journey has ended this way," ujar perwakilan Dueling Axes.
Para pendiri perusahaan, Paul dan Jess, saat ini dikabarkan tengah fokus untuk menyelesaikan urusan operasional perusahaan secara bertanggung jawab sebelum melangkah ke babak kehidupan selanjutnya.
Perjalanan Panjang Dueling Axes Sejak 2018
Dueling Axes pertama kali didirikan pada tahun 2018 oleh pemilik bersama Jess Hellmich dan Paul Sherry di pusat kota Columbus. Konsep unik yang diusung memadukan jalur lempar kapak bertarget dengan fasilitas bar lengkap serta layar televisi berukuran besar bagi para penggemar olahraga.
Seiring berjalannya waktu, jaringan bar olahraga ini melakukan ekspansi dengan membuka berbagai cabang baru di wilayah lain seperti New Albany dan Las Vegas pada Desember 2020. Ekspansi terus berlanjut hingga membuka cabang di Grove City pada Juli 2025 dan Cincinnati pada Agustus 2025.
Beberapa lokasi cabang bahkan dilengkapi dengan dapur komersial yang menyajikan aneka menu makanan menarik seperti piza flatbread, roti bakar Kuba, panini, hingga berbagai hidangan pembuka guna memanjakan para pengunjung.
Sayangnya, perjalanan selama delapan tahun tersebut harus terhenti secara tiba-tiba tanpa adanya rincian spesifik mengenai pemicu utama di balik keputusan penutupan seluruh cabang operasional mereka.
Read Also
Pertamina Gandeng Dukcapil Perkuat Data Penerima LPG Subsidi
PT Pertamina Patra Niaga resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan...
Mengenal Pajak Sewa Kontrakan dan Tarifnya Berdasarkan Ketentuan PPh Final
Penghasilan dari menyewakan rumah kontrakan atau bangunan termasuk dalam...
Hubungan UEA dan Mesir Terus Berkembang di Tengah Dinamika Kawasan Teluk
Hubungan investasi antara Uni Emirat Arab dan Mesir semakin erat seiring...
IDX Bali Fokus Edukasi Investor Ritel Pasar Modal Tanpa Target Cepat Kaya
Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (IDX) Bali menegaskan komitmennya...
Tantangan Industri Minuman dan Tren Konsumsi
Sejak masa pandemi Covid-19, berbagai sektor usaha seperti bar olahraga, pub bir, dan pabrik bir craft menghadapi tekanan berat akibat lonjakan biaya operasional serta penurunan tingkat kunjungan pelanggan.
Meskipun Dueling Axes tidak secara gamblang mengaitkan penutupan mereka dengan tren pasar, industri minuman beralkohol secara umum sedang menghadapi penurunan tingkat konsumsi di tengah masyarakat. Berdasarkan survei Gallup terbaru, persentase orang dewasa di Amerika Serikat yang mengonsumsi alkohol mengalami penurunan signifikan hingga menyentuh angka 54 persen.
Penurunan tingkat konsumsi tersebut menjadi salah satu indikator tantangan ekonomi makro yang turut membayangi kelangsungan bisnis hiburan dan perhotelan dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan berakhirnya operasional Dueling Axes, para pelanggan setia di berbagai kota kini hanya dapat mengenang momen-momen kebersamaan serta perayaan yang pernah diabadikan di tempat hiburan unik tersebut.